REPRODUKSI
TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus)
Semangka adalah salah satu jenis tanaman
yang merambat yang termasuk kedalam suku Cucurbitaceae (Labu-labuan). Buah
semangka berbentuk bulat/lonjong dengan warna kulit luar berwarna hijau. Jika
sudah masak, dalam buah semangka berwarna merah dan banyak biji yang menempel.
Biji semangka berbentuk pipih lonjong dengan ukuran panjang sekitar 1 cm dan
lebar sekitar 0,5 cm. Daun semangka berukuran cukup besar, berlekuk-lekuk
tepinya, berwarna hijau dan bunga berwarna kuning.
Semangka tergolong kedalam Divisi Spermatophyta
dengan Sub Divisi Angiospermae (tumbuhan
berbiji tertutup) yang memiliki system reproduksi ganda.
berbiji tertutup) yang memiliki system reproduksi ganda.
Semangka adalah andromonoecious monoklin, yaitu
memiliki dua jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki
benang sari (pollen), dan bunga betina, yang memiliki putik(stigma). Bunga
betina dapat dikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga
berupa pembesaran berbentuk oval.
A. PEMBENTUKAN
GAMET
- Pembentukan Gamet Jantan
Pada sel jantan (mikrospora) mengalami pembelahan miosis 1 akan menghasilkan 1 sel generatif dan 1 sel vegetatif yang kemudian pada sel generatif mengalami pembelahan miosis 2 yang menghasilkan 2 sel sperma.2. mbentukan Gamet Betina
Pada sel betina (megaspore) pada pembelahan miosis 1 menghasilkan 2 megaspora dari 2 megas pora akan membelah lagi mebentuk 4 megaspora. dari 4 megaspora 3 diantaranya mengalami degenerasi dan 1 megaspora lainya membelah menghasilkan 8 sel haploid.
Seterlah melalui penyerbukan maka benang sari akan masuk , yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Inti sel dalam serbuk sari akan membelah membentuk inti vegetatif, inti generatif 1, dan inti generatif 2. Setelah beberapa saat, serbuk sari akan berkecambah membentuk tabung serbuk sari sebagai jalan menuju kantung embrio. Kantung embrio terdapat pada dasar putik dan merupakan tempat terjadinya pembuahan. Inti sel serbuk sari nantinya akan berjalan di sepanjang tabung serbuk sari untuk mencapai kantung embrio tersebut.
Sel telur yang bersifat haploid (n) akan dibuahi inti generatif 1 yang bersifat haploid (n) sehingga akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n). Inti kandung lembaga sekunder akan dibuahi oleh inti generatif 2 sehingga terbentuk endosperma. Endosperma bersifat triploid (3n) karena merupakan penyatuan 2 inti kandung lembaga sekunder dan inti generatif 2 yang masing-masing bersifat haploid.
Zigot nantinya akan berkembang menjadi embrio calon individu baru, sedangkan endosperma merupakan cadangan makanan bagi perkembangan embrio. Endosperma akan digunakan sebagai sumber makanan pertama pada proses perkecambahan bijiC. PENYERBUKAN
Bunga
semangka merupakan jenis bunga superior karena bakal buah berada di bawah
bagian bunga lainnya.
Waktu
penyerbukan sangat baik pada pukul 06 : 30 sampai pukul 10.00. Apabila
dilakukan melebihi waktu tersebut maka akan mengganggu pembentukkan buah karena
putik bunga betina semangka yang dimaksud akan mengeluarkan lendir pada siang
hari sehingga mempengaruhi menempelnya serbuk sari bunga jantan ke kepala
putik. Kemungkinan lain adalah pada saat itu resiko kematian serbuk sari sangat
besar sehingga tidak bisa membuahi bunga betinanya.


